SISTEMPEMERINTAHAN KERAJAAN KEDIRI. Sistem pemerintahan kerajaan Kediri terjadi beberapa kali pergantian kekuasaan , adapun raja raja yang pernah berkuasa pada masa kerajaan Kediri adalah: Shri Jayawarsa Digjaya Shastraprabhu Jayawarsa adalah raja pertama kerajaan Kediri dengan prasastinya yang berangka tahun 1104. Ia menamakan dirinya sebagai titisan Wisnu. KerajaanKahuripan. Kahuripan adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Airlangga pada tahun 1009. Kerajaan ini dibangun sebagai kelanjutan Kerajaan Medang yang runtuh tahun 1006. Airlangga adalah pendiri Kerajaan Kahuripan, yang memerintah tahun 1009-1042, dengan gelar abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Sehinggasaat Kerajaan Singasari lengah, ia melakukan serangan untuk menegakkan kembali Kerajaan Kediri. D. Masa Kejayaan Kerajaan Singasari. Kerajaan Singasari mencapai puncak kejayaan ketika dipimpin Raja Kertanegara. Hal ini dapat dilihat dalam berbagai aspek, berikut: 1. Aspek politik. Perkembangan politik Kerajaan Singasari sangat cepat. SistemPemerintahan Kerajaan Kediri. Sistem pemerintahan kerajaan Kediri terjadi beberapa kali pergantian kekuasaan , adapun raja - raja yang pernah berkuasa pada masa kerajaan Kediri adalah: Shri Jayawarsa Digjaya Shastraprabhu. Jayawarsa adalah raja pertama kerajaan Kediri dengan prasastinya yang berangka tahun 1104. Ataskekalahan ini, Kerajaan Kediri memang seolah-olah telah runtuh, namun ternyata, secara perlahan kerajaan Kediri masih berdiri dibawah pimpinan Raja Jayakatwang, meskipun keberadaan mereka di bawah kekuasaan Kerajaan Singasari. Kerajaan Singasari. Berdirinya Kerajaan Singasari, saling berkaitan erat dengan Kerajaan Kediri dan Majapahit. Untukpertanian, rakyat di Kerajaan Kediri ini banyak yang menghasilkan beras, sedangkan untuk perdagangan antara lain yang laku di pasaran pada mas itu adalah emas, perak, daging, kayu cendana, pinang dan lain-lain. Dari pajak yang dihasilkan berupa hasil bumi, telah dikenal sistem pertukaran dengan uang emas atau perak. SejarahKerajaan Kediri AWAL MULA Kerajaan Kediri merupakan kelanjutan dari Kerajaan Wangsa Isyana (Kerajaan Medang Kamulan). Kerajaan Kediri atau Kerajaan Panjalu, adalah sebuah kerajaan yang bercorak Hindu terdapat di Jawa Timur antara tahun 1042-1222. Kerajaan ini berpusat di kota Daha, yang terletak di sekitar Kota Kediri sekarang. SelanjutnyaKerajaan Medang Kamulan terbagi menjadi dua , yaitu Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Kediri (Panjalu). Maksud Airlangga membagi kerajaan tersebut menjadi dua adalah untuk mencegah terjadinya perang saudara. Kerajaan dibagi menjadi dua bagian dengan batas Gunung Kawi atas bantuan Mpu Barada, Jenggala dengan ibu kotanya Kahuripan dan SejarahKerajaan Kediri By Rangga Prastha Posted on June 20, 2022 Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai Kerajaan Kediri, mulai dari sejarah, perkembangan agama, sampai kehidupan politik di kerajaan Selengkapnya Sayangnya karena ia kurang peka dengan kondisi politik pemerintahan yang membuat ia tidak siaga dengan potensi bahaya, Kerajaan Pajajaran hampir tidak selamat. Harta benda masyarakat pun banyak yang disita oleh kerajaan dan sistem perpajakan yang berlaku pun sangat tidak menguntungkan rakyat kecil. 5. Ratu Nilakendra (1551-1567) afH4oiU. Kehidupan politik pada bagian awal di Kerajaan Kediri ditandai dengan perang saudara antara Samarawijaya yang berkuasa di Panjalu dan Panji Garasakan yang berkuasa di Jenggala. Mereka tidak dapat hidup berdampingan. Pada tahun 1052 M terjadi peperangan perebutan kekuasaan di antara kedua belah pihak. Pada tahap pertama Panji Garasakan dapat mengalahkan Samarawijaya, sehingga Panji Garasakan berkuasa. Di Jenggala kemudian berkuasa raja-raja pengganti Panji Garasakan. Tahun 1059 M yang memerintah adalah Samarotsaha. Akan tetapi setelah itu tidak terdengar berita mengenal Kerajaan Panjalu dan Jenggala. Baru pada tahun 1104 M tampil Kerajaan Panjalu sebagai rajanya Jayawangsa. Kerajaan ini lebih dikenal dengan nama Kerajaan Kediri dengan ibu kotanya di Daha. - Kerajaan Kediri adalah kerajaan bercorak Hindu di Jawa Timur yang berdiri sejak 1045 hingga 1222. Kerajaan ini memiliki beberapa nama lain, yakni Kerajaan Kadiri, Kerajaan Panjalu, dan Kerajaan Daha. Sejarah berdirinya Kerajaan Kediri bermula dari keputusan Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan memutuskan membagi wilayahnya untuk kedua 1045, Raja Airlangga membagi kerajaan untuk dua putranya, Mapanji Garasakan dan Sri Samarawijaya, agar tidak berselisih. Kerajaan Jenggala yang ibu kotanya terletak di Kahuripan diberikan kepada Mapanji Garasakan, sementara Kerajaan Panjalu atau Kediri yang berpusat di Daha diberikan kepada Sri Samarawijaya. Peristiwa itulah yang menandai berdirinya Kerajaan Kediri atau Kerajaan Panjalu. Berikut ini kehidupan politik Kerajaan juga Kerajaan Kediri Berdirinya, Puncak Kejayaan, dan Peninggalan Awalnya diwarnai perang saudara Kehidupan politik di Kerajaan Kediri diawali dengan perang saudara antara Mapanji Garasakan dan Sri Samarawijaya. Rupanya, upaya Raja Airlangga membagi kerajaan agar dua putranya tidak berseteru hanya sia-sia. Perang saudara tersebut berlangsung selama 60 tahun, hingga akhirnya dimenangkan oleh Kerajaan Panjalu atau Kediri. Setelah Sri Samarawijaya, berikut ini raja-raja yang pernah memimpin pemerintahan Kerajaan Kediri. Sri Jayawarsa 1104-1115 Raja Bameswara 1116-1135 Sri Jayabaya 1135-1159 Sri Sarweswara 1159-1170 Sri Aryyeswara 1170-1180 Sri Gandra 1181 Sri Kameswara 1190-1200 Sri Kertajaya 1200-1222 Baca juga Peninggalan Kerajaan Kediri Candi penataran, peninggalan Kerajaan Kediri. Foto Pemkab BlitarKerajaan Kediri merupakan kerajaan Hindu di Pulau Jawa yang tumbuh pada abad ke-11 masehi. Kerajaan ini memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas hingga seluruh Pulau Jawa dan sebagian Pulau Sumatera. Karena wilayah kekuasaannya yang luas, kerajaan ini mampu mengalahkan pengaruh Kerajaan Sriwijaya. Peninggalan Kerajaan Kediri masih bisa kita temui sampai saat ini. Bagaimana sejarah berdirinya Kerajaan Kediri? Siapa saja raja yang berkuasa? Agar lebih memahaminya simak penjelasan berikut. Sejarah Kerajaan KediriKerajaan ini merupakan pecahan dari Kerajaan Kahuripan yang dipimpin oleh Dharmawangsa Airlangga dan berpusat di daerah Medangkamulan. Di tengah masa kejayaannya, terjadi perebutan kekuasaan antara kedua putera Airlangga, yaitu Sri Samarawijaya dan Mapanji Garasakan. Untuk mencegah terjadinya peperangan, akhirnya Airlangga membagi dua kerajaannya menjadi Kerajaan Janggala dan Pandjalu. Kedua kerajaan ini dipisahkan oleh Gunung Kawi dan Sungai Brantas. Kerajaan Janggala diberikan kepada Mapanji Garasakan dan wilayah kekuasaannya berpusat di kota Kahuripan. Sedangkan Kerajaan Pandjalu diberikan kepada Sri Samarawijaya dan wilayah kekuasaannya berpusat di Kota Daha. Meskipun masing-masing sudah diberikan tahta dan kerajaan, kedua putera Airlangga masih merasa tidak puas. Keduanya merasa berhak untuk memiliki seluruh tahta Airlangga Akhirnya peperangan pun tak dapat dielakkan. Mapanji Garasakan dan Sri Samarawijaya berperang merebutkan tahta kerajaan Airlangga. Peperangan dimenangkan oleh Sri Samarawijaya, akhirnya Kerajaan Pandjalu dan Janggala pun resmi menjadi miliknya. Ibukota kerajaan kemudian dipindahkan dari Daha ke Kediri. Dan kini Kerajaan Pandjalu lebih dikenal dengan nama Kerajaan Kediri. Kerajaan Kediri runtuh pada tahun 1222 M. Selama 177 tahun masa berdirinya, kerajaan ini cukup membawa pengaruh yang besar di tanah Jawa. Bahkan Kerajaan Kediri pernah mencapai masa kejayaannya dan membuktikan pencapaianya di banyak bidang. Arca Wisnu, peninggalan Kerajaan Kediri. Foto wikipediaRaja-raja Kerajaan KediriSelama 177 tahun berdiri, ada delapan raja yang berkuasa. Salah satunya adalah Sri Aji Jayabaya yang membawa Kediri pada masa kejayaannya. Adapun nama raja-raja Kerajaan Kediri yang pernah berkuasa adalah sebagai berikut Sri Samarawijaya 1042 MSri Jayabaya 1135 – 1157 MSri Sarweswara 1159 – 1161 MSri Kameswara 1180 – 1190 MSri Kertajaya 1194 – 1222 MMasa Kejayaan Kerajaan KediriKerajaan Kediri mencapai masa kejayaannya saat dipimpin oleh Raja Sri Jayabaya. Berdasarkan catatan yang ada, Sri Jayabaya berkuasa pada tahun 1135-1157 M. Banyak pencapaian yang diperoleh Raja Sri Jayabaya, salah satunya adalah perluasan kekuasaan. Jayabaya mampu memperluas kekuasaan Kerajaan Kediri sampai seluruh Pulau Jawa dan Sumatera. Kemudian ia juga mampu menyejahterakan kehidupan warganya. Hal ini terbukti dari perekonomian yang melaju sangat pesat. Bahkan sektor pertanian dan perdagangan pun dinilai sangat makmur di masa kepemimpinannya. Dalam kepemipinannya, seluruh wilayah Kediri bisa bersatu. Jayabaya mampu menurunkan raja-raja di tanah Jawa seperti Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Mataram Islam. Banyak catatan prasasti ditemukan pada masa ini, di antaranya prasasti Hantang 1135 M, prasasti Talan 1136 M, prasasti Jepun 1144 M. Selain itu ditemukan juga karya sastra seperti Kakawin Bharatayudha 1157 M. Jayabaya dikenal akan ramalannya yang dinamakan Jangka Jayabaya. Beberapa ramalannya bahkan disebut telah terbukti kebenarannya di masa kini.